NEWS UPDATE :

POPULER PEKAN INI

PKS PALU

Inspirasi

Joging di Taman Suropati, Anis Matta Tanya Kapan Jokowi Deklarasi

25/12/13


JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menghabiskan waktu libur Natal dengan berjoging di Taman Suropati. Tak hanya sendiri, ia turut mengajak serta istrinya Szylvia Fabula dan empat anaknya.

Anis tampak kasual memakai setelan kaus dan kacamata hitam. Bersama-sama, mereka mengitari Taman Suropati hingga 10 putaran. Saat melewati depan rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Anis menghampiri awak media yang memang bertugas mengikuti kegiatan Jokowi.

"Kalian lagi menunggu yang di sana ya? Kapan dia deklarasi (capres)?" kata Anis seraya menunjuk rumah Jokowi, Rabu (25/12/2013).

Ketika wartawan balik bertanya apakah Anis yang disebut potensial sebagai bakal capres akan menggaet Jokowi sebagai bakal cawapres, politisi PKS itu mengaku menyerahkannya kepada kader PKS dan tetap mematuhi Pemilihan Raya (Pemira) PKS yang merupakan keputusan bersama.

"Jadi, kita sudah melakukan pemilihan raya. Di sana kita akan mengumumkan lima besar calon presiden untuk kemudian diajukan ke Majelis Syuro," kata Anis.

Rencananya, calon presiden dari PKS akan diumumkan pada Desember ini. Anis berharap perolehan suara PKS pada Pemilu 2014 lebih baik daripada Pemilu 2009.

Anis juga menyatakan PKS siap berkoalisi dengan semua partai yang berlaga di Pemilu 2014. Saat awak media mencoba bertanya kemungkinan partai-partai Islam mendekati Jokowi, Anis kembali menegaskan PKS akan fokus ke Pemira.

"Ya, kalau kita tahu dirilah, kalau yang di sana (Jokowi) bolehlah dia lebih percaya diri," ujar Anis sambil menunjuk ke rumah dinas Jokowi lagi.

*KOMPAS

70 Ormas Islam Jakarta Dukung Aher Maju Pilpres


BANDUNG, TRIBUN - Sedikitnya 70 organisasi masyarakat (ormas) Islam yang tergabung dalam Koordinasi Dakwah Islam (Kodi) DKI Jakarta mendukung Gubernur Jabar  Ahmad Heryawan (Aher) untuk maju dalam bursa capres/cawapres pada Pilpres 2014.

Harapan dan dukungan itu mengemuka dalam pertemuan antara pengurus Kodi DKI Jakarta dan perwakilan ormas anggotanya dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Selasa (24/12).

Silaturahim dipimpin Ketua Umum Kodi DKI Jakarta KH Syarifuddin Mahfudz, yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta.

"Terus terang, antara Kodi dan Pak Heryawan ada chemistry yang sama. Kita punya idealisme yang sama dalam kerangka membina umat dan mensejahterakan bangsa," kata Syarifuddin di Bandung, Rabu (25/12).

Syarifuddin berharap, partai politik khususnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menaungi Aher membuka peluang bagi Heryawan untuk maju pada  Pilpres 2014.

"Kodi Jakarta sangat siap mendukung Pak Heryawan jika akhirnya menjadi salah seorang peserta Pilpres," kata Syarifuddin.

Menurut Syarifuddin,  kapabilitas kenegarawanan Aher telah teruji selama menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dan memimpin Jawa Barat hampir enam tahun terakhir dan prestasi kerjanya cukup menonjol.

"Selain berprestasi, Pak Heryawan seorang pemimpin yang jujur, sederhana, memiliki hubungan yang baik dengan siapapun, ngemong, tidak arogan, tawadhu, dan tidak takabur," ujar Syarifuddin.

Atas pemikiran itu kata Syarifuddin, Kodi DKI Jakarta akan mengomunikasikan harapan dan dukungan dimaksud ke berbagai pihak yang berkepentingan.

Aher sendiri menanggapi aspirasi Kodi DKI Jakarta itu dengan ucapan terimakasih. Menurut Aher,  ia tidak akan bicara panjang lebar soal posisinya pada Pilpres 2014 karena proses politiknya masih panjang.

"Namun, apapun,  sebagai seorang muslim saya akan berusaha untuk mengemban amanah apapun yang dipercayakan rakyat," kata  Aher.

Aher masuk dalam tiga besar kader yang digadang-gadang sebagai bakal calon presiden (capres) PKS. Selain Aher, PKS juga memunculkan nama Presidennya, Anis Matta, dan anggota DPR Hidayat Nur Wahid.

Jago PKS pada Pilpres 2014 akan diputuskan oleh Dewan Syuro dan ditentukan pula oleh perolehan suara partai bernomor urut 3 ini dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014. (san)

*Tribunnews

Kyai Anwar: Nahdiyin dan PKS Makin Akrab dan Mesra

24/12/13


KEDIRI - Presiden PKS Anis Matta, bersilaturahim dan berdialog dengan Kyai Idris Marzuki di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Minggu (22/12/2013).

Usai diterima hangat oleh Kyai Idris, Anis Matta bicara dalam dialog bersama Kyai Mahrus, Kyai Anwar Iskandar dan Gus Saifullah Yusuf di Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo.

Setelah mengikuti paparan Anis Matta tentang “Gelombang Ketiga Indonesia”, Kyai Anwar menyatakan bahwa pandangan dan hubungan kalangan nahdhiyin dan PKS saat ini makin akrab dan mesra.

Gus Ipul dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa umat dan bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin baru dari kalangan muda. Menyambut pandangan Gus Ipul, Kyai Anwar mengingatkan bahwa ketentuan presidential threshold yang makin tinggi bisa membuat kekuatan politik Islam makin surut.

Maka diperlukan kebersamaan partai-partai Islam dan NU untuk menyikapi hal ini. Kyai Anwar juga berpesan agar PKS tidak membangun jarak dengan tradisi nahdiyin. Karena selama ini ada kesan bahwa PKS anti tahlil, wirid dan ziarah kubur.

“Tapi hari ini saya gembira dengan kehadiran presiden PKS Anis Matta,” kata Kyai Anwar.

Acara dialog ini dihadiri seribuan santri Lirboyo dan seorang wakil santri menyatakan mendapatkan aura dan wawasan baru berupa ide segar dan visioner tentang Indonesia. Seusai dialog, malam harinya Anis Matta langsung menghadiri Haul Kyai Imam Yahya. (okezone/sbb/dakwatuna)

Kyai Anwar: Nahdiyin dan PKS Makin Akrab dan Mesra


KEDIRI - Presiden PKS Anis Matta, bersilaturahim dan berdialog dengan Kyai Idris Marzuki di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Minggu (22/12/2013).

Usai diterima hangat oleh Kyai Idris, Anis Matta bicara dalam dialog bersama Kyai Mahrus, Kyai Anwar Iskandar dan Gus Saifullah Yusuf di Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo.

Setelah mengikuti paparan Anis Matta tentang “Gelombang Ketiga Indonesia”, Kyai Anwar menyatakan bahwa pandangan dan hubungan kalangan nahdhiyin dan PKS saat ini makin akrab dan mesra.

Gus Ipul dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa umat dan bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin baru dari kalangan muda. Menyambut pandangan Gus Ipul, Kyai Anwar mengingatkan bahwa ketentuan presidential threshold yang makin tinggi bisa membuat kekuatan politik Islam makin surut.

Maka diperlukan kebersamaan partai-partai Islam dan NU untuk menyikapi hal ini. Kyai Anwar juga berpesan agar PKS tidak membangun jarak dengan tradisi nahdiyin. Karena selama ini ada kesan bahwa PKS anti tahlil, wirid dan ziarah kubur.

“Tapi hari ini saya gembira dengan kehadiran presiden PKS Anis Matta,” kata Kyai Anwar.

Acara dialog ini dihadiri seribuan santri Lirboyo dan seorang wakil santri menyatakan mendapatkan aura dan wawasan baru berupa ide segar dan visioner tentang Indonesia. Seusai dialog, malam harinya Anis Matta langsung menghadiri Haul Kyai Imam Yahya. (okezone/sbb/dakwatuna)

Anis Matta: Capres PKS Seperti Lagu Rhoma Irama


Ternyata issu serius pencapresan di PKS dialogikan secara sederhana oleh Anis Matta. “Mirip lagu dangdut Bang Haji yang berjudul Malam Minggu,” ujarnya sambil senyum ramah.

Perumpaman guyonan tapi serius itu dia sampaikan di hadapan 4500 kader PKS Jatim, Sabtu 21/22, yang menghadiri pengukuhan Gas Pol 'Gerakan Amal Sholeh Politik'.

Bagi Anis Matta, Pemilu dan pencapresan adalah sebuah pesta yang semua orang boleh ikut, apalagi buat PKS. "Bagi mereka yang punya uang, pestanya bisa makan-makan di restoran. Tapi bagi mereka yang tak punya uang, nongkrongnya di pinggir jalan, di warung kopi," ujar Anis menirukan lirik lagu Rhoma yang disambut tawa hadirin.

"Jadi biarlah mereka menjalankan konvensi capres dan lain-lain, tapi di PKS kita memilih mengadakan  pemilihan capres dengan gaya warung kopi. Siapa tahu, justru nanti mereka yang sedang pesta di restoran, lama-lama malah tertarik ikut nongkrong di warung kopi. Awalnya satu dua yang ikut, tapi lama-lama banyak," sambung Anis.

Diungkapkan oleh Anis, adanya musibah yang dialami belakangan ini, lantas partainya menjadi kerdil. Justru sebaliknya,  karena pasca musibah itu malah PKS mampu memenangkan 30 wakilnya di Pilkada seluruh Indonesia. "Ini serial kemenangan-kemenangan di tengah badai. Semoga bisa disempurnakan di Pileg April 2014 dan Pilpres Juli 2014," katanya.

Menyinggung tentang namanya yang juga masuk dalam daftar capres, Anis mengatakan, dirinya di antara dua opsi, yakni percaya diri dan tahu diri. "Dari dua opsi itu, saya pilih tahu diri karena saya bukan dari suku mayoritas (Jawa). Tapi saya apresiasi DPW PKS Jatim yang mengajukan saya sebagai kandidat," katanya.

Anis lebih tertarik untuk membangun sistem dahulu dan mengajukan kandidat capres lain, seperti Aher maupun mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid yang dianggap lebih berpeluang karena berasal dari suku terbesar, yakni Sunda dan Jawa. "Yang penting maju semua. Ini sangat memungkinkan karena ciri pemilih kita adalah pemilih last minute sehingga perolehan suara tidak bisa dijangkau survei," ungkapnya.

Lebih lanjut, Anis Matta menyambut gembira pencanangan GasPol oleh DPW PKS Jatim. “Insyaallah ini akan menjadi gerakan nasional. PKS meyakini, salah satu bentuk amal sholeh terbaik adalah berpolitik”.

Sementara bagi Hamy Wahjunianto, Ketua DPW PKS Jatim, pertemuan kader ini adalah semacam persiapan terakhir mengecek mesin partai. “Seperti ungkapan Presiden Anis Matta, sudah waktunya PKS berpindah dari jalur lambat ke politik jalur cepat. Ini membutuhkan kendaraan politik yang ber-cc besar dengan suspensi bagus. Insyaallah dengan GasPol ini, kami siap mendulang suara terbanyak untuk memenangkan Pemilu 2014”.

*by @baihaqibaikhati

Kader AYTKTM: Kader PKS yang Tak Goyah di Saat Susah, Tak Pamit Walau di Masa Sempit!


By: Nandang Burhanudin
****

Sejauh pengamatan saya tentang PKS dan kader-kadernya, di level terbawah hingga teratas akan menemukan fenomena yang susah ditemukan di ormas atau parpol lainnya. Terlepas dari sisi kemanusiaan, tak ada manusia sempurna. Ada yang memang bermasalah baik yang berhubungan dengan materi (uang), bisnis, amanah, hingga masalah berkaitan dengan wanita. Namun yang tidak akan ditemukan di tempat lain adalah, loyalitas kadernya yang menurut sebagian orang cenderung "keder".

Loyalitas kader ini yang membuat tak sedikit pengamat yang terpeleset memprediksi masa depan PKS. Pakar sekaliber Prof. Tjipta Lesmana saja, beberapa kali "tak tepat" membaca hiruk pikuk PKS.

Hal yang menjadi kekuatan PKS sebenarnya terletak dari kekokohan kadernya. Kader-kader PKS penopang batu-bata itu yang membuat PKS bertahan. Mereka itulah Tipe Muharrikul Khair (Penggerak Kebaikan).

Tipe ini adalah tipe kader yang ikhlas karena Allah Ta'ala berkorban dan giat menginternalisasi nilai-nilai kebajikan ke dalam jiwa-jiwa masyarakat umum. Kebajikan yang bersifat meyeluruh. Ada yang dengan ilmu, materi, nasihat, tenaga, pemikiran, keahlian, hingga waktu. Jerih payah yang berkesinambungan, tidak mengenal Pemilu atau kampanye.Kader-kader yang menjadi lokomotif perubahan ke arah yang lebih maslahat dan manfaat.

Mungkin ada yang mencibir peranan kader-kader ini tak terlalu signifikan dari segi kuantitas dan kualitas. Akan tetapi justru kehadiran mereka telah menjadi "penyambung lidah" yang tak mengenal kata "kelu". Mereka hidup karena Allah. Kendati mereka sangat akrab dengan "tumpahan sampah kekecewaan", mulai curahan hati hingga kritikan tajam menghujam. Tak sedikit kader-kader ini yang sibuk memberi jawaban atas masalah nasional hingga lokal yang terkadang tak terlalu mereka pahami. Atau mereka harus siap ditagih komitmen, atas janji yang tidak mereka ucapkan.

Namun saya perhatikan, mereka tetap kokoh, kukuh, dan keukeuh. Memahami jalan juang melalui perbaikan di Indonesia adalah jalan terjal dan panjang. Sungguh mereka energi yang selalu terbarukan. Kasus terbaru adalah kasus LHI. Jawaban mereka adalah AYTKTM (apapun yang terjadi, kami tetap melayani). Padahal mereka bukan dari segmen kader yang merasakan kucuran bantuan, cipratan bonus kemenangan, atau kebanjiran proyek-proyek APBD yang menggiurkan. Mereka hanya kader-kader biasa tapi memiliki ketulusan luarbiasa. Mereka memahami firman Allah Ta'ala;

وَقُلِ اعْمَلُواْ فَسَيَرَى اللّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ 

"Dan Katakanlah: 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (9:105)

Karakter kader-kader AYTKTM ini adalah pemilik semangat juang. Mereka tak mempermasalahkan posisi di atas atau juru kunci. Rata-rata mereka bekerja dalam sunyi. Tak terlalu peduli dengan masalah CALEGISASI. Mereka bukan tipe yang suka basa-basi. "Ana kan nggak minta diCADkan! Ini karena diminta!" Eeeh pas tidak diCADkan, malah emosi nggak ketulungan! Kader AYTKTM: Kader PKS yang Tak Goyah Di Saat Susah, Tak Pamit Walau Di Masa Sempit! Wajar bila ormas dan parpol lain di Indonesia merasa iri!

Anis Matta: Indonesia berhutang besar pada ulama dan pesantren

23/12/13


GRESIK - Silaturahim Anis Matta ke kalangan pesantren nahdliyin di Jatim disambut hangat para kyai. KH Kafabihi Machrus, salah seorang pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri mendorong dan mendoakan Anis Matta menjadi presiden. “Ketika yang tua sudah tidak dipercaya, saatnya yang muda tampil”, ujarnya saat memberikan sambutan pada acara dialog kebangsaan di Aula Muktamar Lirboyo, Minggu 22/12. 

Dialog yang mengambil tema Dari Pesantren untuk Bangsa ini dihadiri juga oleh Wagub Jatim H. Syaifullah Yusuf dan Syuriah PWNU Jatim, KH Anwar Iskandar. Bagi Anis Matta, ini panggung kedua setelah Sabtu kemarin, 21/12, berdialog dengan kyai dan santri di Pesantren Mambaush Sholihin, Gresik.

Anis Matta yang seperti biasanya tampil segar dan kaya gagasan, menyebut pesantren punya peran sangat besar ketika perjuangan kemerdekaan. “Indonesia berhutang besar pada ulama dan pesantren”, katanya.

Lebih lanjut, Anis Matta berharap ke depan pesantren mampu melahirkan pemimpin negeri ini. “Disiplin belajar di pesantren akrab dengan penderitaan yang disengaja untuk menempa para santri. Kultur pesantren juga sangat egaliter”, ungkapnya. 

Kultur egaliter ini juga dibahas oleh Gus Ipul,  yang tampil penuh canda di hadapan ratusan santri dan tokoh masyarakat Kediri. Menurut Wagub Jatim ini, Indonesia dulu sempat mengalami perdebatan tentang bentuk negara, apakah menjadi negara agama atau atau negara kebangsaan, pada akhirnya menyepakati untuk menjadi negara bangsa.

Sementara  KH Anwar Iskandar lebih menyoroti perlunya dibangun silaturahim lebih intensif di kalangan partai Islam juga dengan ormas seperti NU. “Diperlukan kebersamaan partai Islam dan NU”, ungkapnya. Secara khusus, A’wan syuriah PWNU Jatim ini juga mengajak PKS untuk lebih dekat dengan NU. “Sudah waktunya PKS tidak mengambil jarak dengan tradisi NU”, nasehatnya.

*reporter: @baihaqibaikhatai

Taujih Ust Musyaffa: "Yang Harus Kita Lakukan di Hari-Hari Ini"

17/12/13



Assalaamu’alaikum wr wb

Alhamdulilah kita selalu dipertemukan dalam forum-forum seperti ini untuk merujuk kepada sumber-sumber asasi kita, Al Qur’an dan Assunnah, semoga kita selalu mendapatkan petunjuk.

Hari dan jam yang akan tentukan prestasi dakwah kita semakin dekat, hitung mundurnya semakin kecil. Di DPP ada banner hitung mundur sd 9 April 2014. Itu ibarat ajal yang telah ditentukan. Tempo yang telah disepakati.

Mumpung pasar masih buka, lewat tgl 9 April pasar sudah tutup, dagangan sudah tidak laku,  maka gunakan pasar ini sebaik-baiknya. Pasar  yang dimaksud adalah ladang perjuangan kita mumpung masih terbuka. Calon  pembeli masih ada. Barang yang kita jual  masih dilirik dan masih diperhatikan  orang. Jadi, kalau mau habis-habisan, waktunya sekarang ini. Jangan nanti kalau selesai tanggal 9 April. Kalau sudah lewat, hari pasaran nunggu 5 tahun lagi. Situasi ini harus difahami bahwa sekaranglah saatnya. Kita bicara partai, orang tidak akan bicara macam-macam. Kita mengkampanyekan diri, tidak dipandang aneh karena ini lagi pasarannya.

Yang harus kita persiapkan di hari pasaran ini ada 3 hal :

I. Di hari pasar ini yang harus dipastikan adalah isi hati kita

Bahwa yang mengisi hati ini adalah ikhlas lii’lai kalimatillah, ikhlas dalam menempuh dan meniti jalan Alloh SWT. Mari kita tata hati kita untuk konteks ini. Dan pastikan, inilah yang diketahui Alloh, meskipun  Alloh Maha Tahu. Maksudnya  kita lah yang memastikan itu, bahwa tak ada yang mengisi hati ini kecuali pujian untuk Alloh, untuk I’lai kalimatillah, perjuangan fi sabilillah, perjuangan untuk litakuuna kalimatullohi hiyal ulya.

Saat antum keluar rumah, mau apa? mau silaturahim cari suara, mau berkunjung ke saudara saya, teman saya, posisikan bahwa  ini adalah bagian dari cara kita menerjemahkan  proses menuju i’lai kalimatillah. Kenapa  harus begitu? Kita akan gagah memperjuangan apa yang mesti diperjuangkan di jalan Alloh ini, kalimatulloh ini, manakala kita punya keyakinan bahwa ada sekian banyak suara aspirasi yang kita perjuangkan. Kalau di belakang kita sedikit, mereka akan mengatakan dengan bahasa seperti bahasa Fir’aun, Innahu lasyirzhimatun qoliiluun... (Itu kan suara di pojok-pojok sana. Suara-suara pinggiran yang tidak perlu diperhatikan.)

Maka dari itu mari kita tata hati bahwa yang kita lakukan adalah dalam rangka I’laai kalimatillah.

Disamping tentang menata hati sedemikian rupa, Alloh SWT kaitkan isi hati  ini dengan banyak hal.

Dalam QS Maryam 96, Allah kaitkan isi hati ini, keikhlasan ini dengan respon dan sambutan publik.

Innalladziina aamanuu wa’amilushsholihaati sayaj’aluhumurrahmaanu wudda…

Dijadikan cinta kasih di antara hamba-hamba Alloh. Manakala hati kita baik, maqbul 'indalloh, maka Alloh akan panggil Jibril, ”Wahai Jibril sesungguhnya Aku mencintai Fulan, maka cintailah dia. Maka Jibril pun mencintai dia, dan Jibril membuat pengumuman di langit, bahwa Alloh mencintai fulan, maka cintailah dia. Dan penduduk langit pun mencintai dia." Kalau Alloh sudah mencintai dia, Jibril dan penduduk langit juga mencintai dia,maka orang itu di bumi ini di mana-mana diterima, direspon dan disambut.  Yudhou lahu qobuulu fil ardh.

Mungkin orang memilih kita walaupun kita banyak catatan, karena mesakke, kasihan. Tidak penting bagi kita, kita dipilih karena dicintai atau karena mesakke. Yang penting adalah dipilih. Yang bisa mengatur hati adalah Alloh. Karena itu sekali lagi, pertama kali di hari pasaran ini, yang CAD, yang AD, yang kader, yang simpatisan,  masing-masing kita menata hati, semua dalam rangka I’lai kalimatillah, fii sabilillah, litakuuna kalimatullohi hiyal ulya. Mungkin yang datang kepada mereka banyak, tapi yang penting adalah bagaimana Alloh mengatur hati orang untuk memastikan pilihannya kepada kita. Itu rahasiamya ada pada hati.

Dalam QS Al Anfal 70, Alloh mengaitkan kebersihan hati itu dengan 2 hal : pengganti yang lebih baik dan pengampunan dari Alloh SWT.

Yaa ayyuhanabiyyu qul liman fii aidiikum minal asro…….

Di hari perjuangan seperti  ini banyak yang hilang dari kita. Sama-sama hilang, maka kita tata bahwa hilangnya itu dengan kebersihan hati. Misal, pas ada keinginan untuk beli ini-itu, namun uangnya kita gunakan untuk menyumbang biaya pemilu. Mungkin waktu kita yang hilang, mungkin juga kesempatan-kesempatan kita yang hilang, karena digunakan untuk perjuangan itu.

Tapi manakala  in ya’lamillahu fii qulubikum khoiro..... jika Alloh tahu di dalam hati kita itu kebaikan yang ada, maka Alloh akan mengganti semua yang hilang itu dengan yang lebih baik. Tidak disebutkan apa gantinya itu. Asas iman itu adalah iman bil ghoib. Kalau tak iman dengan yang ghoib, hilanglah iman itu. Yang penting adalah  iman. Apa yang lebih baik itu, wallohu a’lam.

Ayat ini turun berkaitan dengan Al Abbas bin Abdul Muthallib, paman Rasululloh SAW, yang sebenarnya muslim, tetapi dapat tugas khusus untuk tetap berada di kalangan kafir quraisy di Makkah, sebagai informan. Saat perang Badar, beliau terpaksa ikut rombongan orang kafir memerangi kaum muslim. Repotnya, yang tahu tugas khusus beliau sangat sedikit. Alhamdulillah, Abbas tidak terbunuh, hanya tertawan. Sampai keluar keputusan bahwa setiap tawanan kalau mau bebas, harus bayar tebusan. Abbas datang kepada Rasul, “Bukankan saya muslim, apakah bayar tebusan juga?”  Namun Rasul menjawab dengan jawaban standar : "Engkau kan tawanan, kalau ingin bebas, bayarlah tebusan."

Abbas berkata, hartaku telah habis. (Rasul SAW tidak memberikan dana operasional untuk tugas khususnya di Makkah). Namun Rasul menyampaikan, “Bukankah sebelum perang Badar engkau menemui seorang wanita dengan rahasia di Makkah, dan menitipkan hartamu kepadanya, apabila engkau mati dalam perang, harta itu untuk diberikan kepada keturunanmu? Dan kalau masih hidup akan kau ambil lagi?” 

Bisa dibayangkan, betapa berat perasaan Abbas. Bahkan yang rahasia pun telah dibuka oleh Alloh, hingga tak punya apa-apa lagi. Habis semua. Maka sebagai hiburan, Alloh SWT menurunkan Al Anfal ayat 90 ini. Allah akan mengganti kalau dia ikhlas dengan sesuatu yang lebih baik, dan akan diampuni. Maka Abbas pun percaya, iman bil ghoib, dan tidak bertanya-tanya lagi.

Di hari tuanya, Al Abbas ini menjadi sangat kaya. Milyuner. Ia berkata kepada generasi berikutnya, “Saya yakin, ini adalah wujud janji Alloh yang pertama. Dan saya masih menunggu janji yang kedua, yaitu ampunan."

Suka atau tidak suka, banyak yang hilang dalam perjuangan ini. Tapi yang penting, hilangnya itu by design, bukan accident, dan ikhlas agar ada ganti yang lebih baik.

Dalam Al Fath 18

Alloh kaitkan masalah hati ini dengan sakinah, kemenangan, dan ghonimah.

Laqod rodhiyallohu ‘amil mu’miniina….   

Berdasarkan apa yang Alloh tahu itu, maka Alloh berikan 3 hal:

(1) Faanzalahuu sakinatan, turun ketenangan, ketentraman

Sakinah ada hubunganya dengan kata sikkin, pisau. Lihatlah ayam jago, yang ke mana-mana. Kalau sudah ketemu pisau, maka dia sakinah. Dimakan pun diam saja..

Contoh lain tentang sakinah, Waktu perang Hunain, 12 ribu pasukan muslimin melawan 4000 kafir hawazin. Saat melewati jalan yang sempit di antara dua bukit, tiba-tiba kaum muslimin dihujani panah, maka tercerai berai dan berlarian ke sana kemari. 12 ribu yang tadinya simbol keunggulan, maka di jalan sempit itu justru jadi masalah. Wa dhooqot ‘alaikumul ardhu bimaa rokhubat…   Tsumma anzalalloohu sakiinatahu ala rosuulihi wa ‘alal mukminin ( QS 9 : 25-26).... Setelah sakinah turun, seakan-akan tak ingat lagi ada hujan panah saking tenangnya. Bahkan dalam siroh diceritakan, kuda-kuda pada lari menjauh dan susah digerakkan, setelah sakinah turun maka bisa diarahkan lagi, dan mereka turun dari kuda di jalan sempit itu, jalan kaki menyambut panggilan Rasululloh SAW.

Kalau tak ada sakinah, kita gampang panik.

Lihat baliho kompetitor saja panik... padahal Alloh yang atur siapa yang akan dipilih. Datang di satu tempat, keduluan orang lain, tak usah panik. Mereka punya harapan dari kedatangannya itu, namun kita pun berharap kepada Alloh. 

Sakinah juga berkaitan dengan litaskunu ilaiha antara suami istri.

Tapi jangan terlalu sakinah, jadinya malah sukun, kebalikan dari harokat,  mati, diam.

(2) wa atsaabahu fathan qoriibaa, Alloh mengganjar mereka dengan kemenangan yang dekat.

(3) wamaghonima katsiirotan, bukan ghonimah biasa, namun ghonimah yang sangat banyak !

Lagi-lagi dikaitkan dengan kondisi hati. Karenanya yang perlu ditata pertama adalah masalah hati.

***

II. Mari mentadabburi As Sajdah 17, dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi

Falaa ta’lamu nafsun maa ukhfiya lahum min qurroti a’yun

“Maka tidak seorangpun mengetahui apa yang disebunyikan untuk mereka yaitu ( bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan”

Pasti jiwa akan tahu, apa yang dirahasiakan dari mereka, segala  hal yang membuat jiwa  senang.

Dalam konteks kita, apa yang akan menyenangkan kita:

-semua kader bekerja, semua terlibat pemenangan. Itu menyenangkan. Akhirnya  dapat suara banyak, itu menyenangkan. Target kursi terpenuhi, itu menyenangkan.

Tapi semua  yang menyenangkan ini dikaitkan dengan jazaan bimaa kanuu ya’maluun. Sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan. Kita berkesempatan mendapat maa ukhfiya lahu, asalkan mau bekerja. Apalagi slogan kita: cinta kerja harmoni.

Rasul SAW bersabda,

“jika kiamat datang dan ada benih di tanganmu, dan masih ada kemampuan  untuk menanam, maka tanamlah, karena pada menanam itu ada pahala”

Andai antum tahu dan yakin jika jam 1 siang akan mati, dan jam 12 antum dapat tugas menanam kelapa, bagaimana?  Untuk apa? Sudah mau mati. Menunggu panen butuh bertahun-tahun. Tapi Rasul ajarkan, ini bahkan kiamat, yang tak ada hari lagi untuk menunggu hasil panen. Sudah sampai pada hari yang kholidiina fihaa... tapi diajarkan, tanam saja, karena dalam menanam itu ada pahala.

Maka kita pun bekerja apakah jadi suara apa tidak, entahlah, serahkan saja pada Alloh.

Rasul SAW pun memberi contoh : Rasululloh SAW punya tetangga seorang Yahudi. Dan anak si yahudi sering bermain bersama anak-anak muslim. Ternyata anak-anak pun tak luput dari perhatian Rasululloh SAW. Suatu ketika, si anak Yahudi tidak terlihat di antara anak-anak muslim. Maka Rasul SAW bertanya kepada anak-anak, dimana dia. Teman-temannya bilang, si anak Yahudi sedang sakit keras dan mungkin akan meninggal. Rasul pun menanggapi dengan serius. Rasul SAW terlihat panik dan tegang, lalu mengajak beberapa shahabat untuk menjenguk. Beliau dapati si anak sedang sakaratul maut. Maka beliau mentalqin, membaca 2 kalimat syahadat. Andai Rasul SAW politisi murni, pasti tak mau melakukan itu. Ini anak belum nyoblos. Kalaupun nyoblos, bahkan sudah mau mati.

Si anak menengok ke arah bapaknya. Mungkin bapaknya mikir juga, anaknya sedang jadi target dua kalimat syahadat, padahal sudah mau mati. Ini pasti Muhammad tidak sedang sekedar cari pengikut. Si bapak juga tidak menemukan tafsir materi. Pasti Muhammad menginginkan kebaikan untuk anaknya. Maka si bapak bilang, “Turuti saja Abul Qosim (Muhammad)”.  Si yahudi tak mau menyebut nama Muhammad, karena berarti dia mengakui kenabian Muhammad sebagaimana yang namanya  disebutkan dalam kitab suci mereka. Maka sang anak mengucap syahadat kemudian meninggal. Rasul SAW tampak  gembira dan bersabda “Segala puji bagi Alloh yang telah menyelamatkan anak ini dari neraka”.

Jadi, kerja saja lah. Komunikasi, datangi, semoga dengan kerja ini, dengan spiritJazaa’an bimaa kanuu ya’maluun, insyaalloh Alloh akan berikan janjinya, memberikan qurrota a’yun, dengan syarat, kita harus bekerja, bekerja, dan bekerja.

***

III. QS Al Baqoroh ayat 249-252

Falamma fashola thooluutu bil junudi...

Dari cerita Thalut ini, salah satu ujian dalam perjuangan adalah kita dihadapkan pada kekuatan lawan. Pasukan Thalut dihadapkan pada fakta bahwa kekuatan jalut dahsyat dan luar biasa. Orangnya gedhe-gedhe. Dalam cerita Israiliyat dikatakan saking gedhenya, ketika 12 orang mata-mata Israel tertangkap, mereka disuruh berjalan di lengan orang-orang nya Jalut. Ini cerita Israeliyat tidak untuk diimani, terkadang isinya aneh-aneh. Seperti cerita asal usul kucing versi israeliyat…

Yang mentalnya lemah, daya juangnya lemah akan berkata laa thoqotalana.... Kita juga begitu. Jumlah kita sedikit, uang sedikit, stiker sedikit, kalender kecil-kecil. Kenyataan bahwa lawan lebih hebat itulah ujian. Yang bisa membuat kita tegak adalah manakala kita punya stok ma’nawi yang kuat. Alloh yang atur semuanya. Maka kalkulasi kita jangan pada hebatnya musuh. Yang penting kerja, hasil terserah Alloh.

Coba bayangkan, apa hebatnya Maryam, saat diminta untuk menggoyang pohon kurma, apalagi hingga kurma berjatuhan. Seberapa  kuatkah... wa huzzii ilaiki bijidz’innakhlati tusaaqith alaiki ruthoban janiyya.. (QS 19 : 25).  Alloh bermaksud memberikan makanan yang tepat berupa ruthob, tapi untuk itu perlu usaha, berusaha menggoyang pohon. Pohonnya goyang apa tidak, itu tidak penting. Alloh lah yang menjatuhkan kurmanya. Yang penting digoyang saja.

Dalam melihat situasi begini, 3 hal yang perlu kita pastikan, sebagaimana saat pasukan Thalut melihat pasukan jalut: Kita berdoa kepada Alloh :

Robbanaa afrigh ‘alainaa shobron

Mohon  agar Alloh SWT memberikan, bahkan menumpahkan kesabaran kepada kita. Bahkan kalau kita ingin mendapatkan al falah (kemenangan), di akhir surat ali Imron disebutkan, bukan cuma shabar, tapi perlu mushabarah. Menurut tafsir Al Maududi,mushabarah artinya punya kesabaran yang mengungguli dan melebihi kesabaran para kompetitor. Kita minta kesabaran itu agar la’allakum tuflihun (diberi kemenangan).

Malam-malam mereka sosialisasi, pasang spanduk, dll itu kesabaran mereka. Kita perlu punya kesabaran yang lebih. Bahkan dikatakan oleh Al Maududi, jika kalian tak punya kesabaran 105% jangan harap mendapat kemenangan, kalau mereka punya 100%. Dalam berbagai hal kita kalah, kalau tak ditutup dengan daya juang tinggi yang lebih dari mereka, kita tak akan menang.

Itulah yang diminta oleh pasukan Thalut. Dalam bahasa lain, afrigh 'alaina shobron : karuniai kami  konsistensi untuk terus bekerja. 

Jangan berhenti, kendor dan nglokro.

Watsabbit aqdaamanaa

Kita harus bertahan dengan eksistensi kita. Tunjukkan kita masih ada. Jangan gara-gara yang lain begitu gegap gempita mengkampanyekan partai dan diri mereka, justru kita ngilang. Tunjukkan nahnu maujud. Kita masih ada, tidak ngilang, tidak sembunyi. 

Wanshurnaa ....

Kita tetep melanjutkan upaya ekspansi kita

Manakala ini dipenuhi, dan itu yang kita mintakan kepada Alloh, maka fahazamuuhum biidznillah, bahkan waqotala dawudu jaluta... Pasukan thalut yang kecil mengalahkan tentara Jalut yang besar. Kata israiliyat, Jalut mati kena ketapel. Raksasa itu mati karena ketapel.

Mungkin tak seberapa yang kita berikan, tapi jadi suara. Di perang Badar, falam taqtuluuhum.....Tugas Rasul dan para shahabat adalah melempar. Rasul SAW begitu diserbu oleh kaum musyrikin,  Rasul SAW mengambil pasir dan dilempar ke arah mereka. Yang menjadikan pasir itu kena matanya musyrikin adalah Allah. Wamaa romaita idz romaita  walaakinnalloha romaa... Kena pasir seember di tubuh kita tidak apa-apa. Tapi kalau yang kena mata, 3 butir pun sudah menyakiti.

Jadi kita terus bekerja, datangi mereka, jelaskan ke mereka, ajak mereka. Jadi suara atau tidak, adalah Allah yang tentukan.

Intinya, teruslah bekerja. Kata hati kita, manakala Alloh tahu kita berhak  untuk menang, maka apapun yang kita lakukan, maka itu akan mentes dan diterima oleh masyarakat.


*Disampaikan Ust Musyaffa AR (Ketua Kaderisasi DPP PKS) dalam Election Update PKS DIY (Ahad, 15 Desember 2013)

ARSIP

F-PKS Palu

Sikap F-PKS

 

© Copyright F-PKS DPRD Palu 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.